Tags

, , ,

Bicaranya dengan dia

Tapi bukan dia yang dalam imaginasinya

Tubuhnya melangkah seiring sebelahnya

Tapi khayalannya menerawang

Mengimbas saat bersama ‘bintang’

Dan tentu sekali bukan tentang dia

 

Hatinya meronta ingin omong-omong kosong dengan ‘bintang’

Tapi tembok sudah begitu tinggi

Hampir dia hilang cara untuk tembusi

Lalu dialih perhatiannya pada nombor ‘itu’

Ahh dipaksakan dirinya mendail

Kerna setahunya dia itu tak pernah terlupa mengangkat

 

Realitinya di talian itu

Tapi hati dan jiwanya jauh nun di sana

Ahh dicurah asid pun belum tentu terhakis ‘rasa’ itu

Usahanya mengerah diri serta otak dan juga berlibur

Ahh semuanya diredah

Sesiapa pun diterjah

Tiada serius di hatinya

(Selagi ingatan yang satu itu masih jelas)

Mungkin sekadar membiarkan kaki

Layan bermain di gigi-gigi air…

 

….

 

Hemmm….malang sungguh si dia itu

Gadis malang yang terjelepuk kedalam perigi buta

Akibat terlalai menyusun hayunan kaki

Ditoleh ke kiri….berdepan tembok keras

Ditoleh ke kanan…masih berdepan bata merah bersusun rapat itu

Dikalih pandangan kedepan, belakang dan tiap sudut

Juga tersangkar seakan kubu meninggi

 

Lelah dia memanjat tanpa hasil

Terduduk dia di tengah-tengah

Akalnya buntu sudah barangkali

Dayanya seakan haus

Harapannya kian pudar

 

Bertelingkuh dia di atas pasir-pasir berbatu kerikil

Sayu melihat calar di tangan dan luka di kaki

Matanya semakin kuyu

Ahh dia tidak endah lagi

Biarkan dia tidur berbantal lengan

Beralas guguran daun kering

Lena berselimut dingin malam

Dipejamkan juga matanya

Hemm ada sisa mutiara jernih bersatu dengan titisan embun

 

Tubuhnya semakin mengerekot

Tapi matanya masih tetap pejam

Harapannya…satu hari..

Bila dia buka mata

Tubuhnya berada di atas tilam empuk

Bertemankan sang hero yang tersenyum..

Hemm..Angan ceritanya ber’happy ending’….

…..

 

(bahagian pertama tentang jantina A…bahagian kedua tentang jantina B..tiada pertalian khusus antara A dan B Cuma sedikit sangkut-paut jer…)

 ….

Advertisements